Program Studi Bioteknologi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom (UGC) sebagai bagian dari program World Class University. Pada kesempatan ini, Prodi Bioteknologi menghadirkan Dr. Lucky Goh Poh Wah, Senior Lecturer in Biotechnology dari Universiti Malaysia Sabah, Malaysia, sebagai narasumber dalam dua perkuliahan mata kuliah Mikrobiologi Farmasi yang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat umum.
Sesi pertama bertajuk Detection of Virulence Genes and Prevalence of Pathogens
Sesi pertama yang diselenggarakan pada 18 Mei 2026, dalam sesi bertajuk Detection of Virulence Genes and Prevalence of Pathogens, Dr. Lucky Goh Poh Wah menjelaskan berbagai pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi gen virulensi pada mikroorganisme patogen. Gen virulensi merupakan faktor genetik yang memungkinkan mikroorganisme menyebabkan penyakit melalui berbagai mekanisme, seperti produksi toksin, adhesi pada sel inang, hingga penghindaran sistem imun.
Beliau memaparkan berbagai teknik molekuler yang digunakan untuk mendeteksi gen virulensi, mulai dari Polymerase Chain Reaction (PCR), multiplex PCR, quantitative PCR (qPCR), hingga Whole Genome Sequencing (WGS). Pendekatan-pendekatan tersebut memungkinkan peneliti mengidentifikasi gen-gen yang berperan dalam patogenitas secara lebih cepat dan akurat, baik pada isolat klinis maupun sampel lingkungan.

Sesi kedua bertajuk Drug Discovery Strategies from Microorganisms
Pada sesi kedua yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2026, dengan tema Drug Discovery Strategies from Microorganisms, Dr. Lucky Goh Poh Wah menjelaskan bahwa mikroorganisme merupakan sumber utama berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi obat. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam eksplorasi mikroorganisme adalah fakta bahwa sekitar 99% mikroorganisme di lingkungan tidak dapat dikultur menggunakan metode laboratorium konvensional. Akibatnya, sebagian besar potensi genetik dan metabolik mikroorganisme tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dr. Lucky memperkenalkan pendekatan metagenomik, yaitu analisis langsung materi genetik yang diperoleh dari sampel lingkungan tanpa memerlukan proses kultivasi. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat melakukan soil screening untuk mengeksplorasi keragaman genetik mikroba yang sangat besar dan menemukan gen-gen baru yang berpotensi menghasilkan enzim, antibiotik, antikanker, maupun senyawa bioaktif lainnya.
Beliau menjelaskan bahwa strategi berbasis metagenomik telah menjadi salah satu pendekatan penting dalam penemuan obat modern karena memungkinkan akses terhadap sumber daya genetik yang sebelumnya tersembunyi. Dengan mengombinasikan teknologi sekuensing, bioinformatika, dan analisis fungsi gen, para peneliti dapat mengidentifikasi klaster gen biosintesis yang berpotensi menghasilkan metabolit sekunder baru untuk pengembangan kandidat obat di masa depan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep functional metagenomics dan sequence-based metagenomics, dua pendekatan yang banyak digunakan untuk menyeleksi gen atau jalur biosintesis baru dari komunitas mikroba lingkungan. Pendekatan ini telah berkontribusi dalam penemuan berbagai senyawa antimikroba baru yang dibutuhkan untuk menghadapi meningkatnya kasus resistensi antibiotik di seluruh dunia.

Materi yang disampaikan memberikan wawasan kepada peserta mengenai bagaimana integrasi teknik biologi molekuler, genomik, dan metagenomik dapat dimanfaatkan untuk memahami patogen sekaligus mengeksplorasi potensi mikroorganisme yang selama ini belum dapat dipelajari melalui metode kultur konvensional.

