Semarang, 6 Mei 2026 — Program Studi Bioteknologi, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro (UNDIP), kembali menyelenggarakan kegiatan UNDIP Global Classroom sebagai bagian dari implementasi Program World Class University (WCU) Universitas Diponegoro Tahun 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Hendry Susila dari ARC DECRA, Fellow Research School of Biology, Australian National University (ANU), Australia.
Kegiatan yang merupakan bagian dari perkuliahan Mata Kuliah Kultur Jaringan Tanaman ini dikoordinasikan oleh Sekar Pelangi Manik Putri, S.Si., M.Biotech bersama tim dosen pengampu. Kuliah tamu dilaksanakan dalam dua pertemuan yang membahas perkembangan terkini teknologi kultur jaringan dan genome editing tanaman yang menjadi fondasi penting dalam pengembangan pertanian modern.
Advanced Tissue Culture Strategies to Overcome Recalcitrance
Pada sesi pertama yang dilaksanakan pada 29 April 2026, Dr. Hendry Susila menyampaikan materi bertajuk “Advanced Tissue Culture Strategies to Overcome Recalcitrance.” Dalam kuliah tersebut dibahas berbagai pendekatan untuk mengatasi masalah recalcitrance, yaitu rendahnya kemampuan regenerasi tanaman dalam kultur jaringan maupun rendahnya respon tanaman dalam transformasi genetik. Materi ini memberikan pemahaman mengenai strategi peningkatan efisiensi regenerasi tanaman yang sangat penting dalam program pemuliaan dan bioteknologi tanaman.
Genome Editing Strategies: Tissue Culture-Mediated and Tissue Culture-Free Approaches
Selanjutnya, pada sesi kedua yang diselenggarakan pada 6 Mei 2026, Dr. Hendry Susila membawakan materi “Genome Editing Strategies: Tissue Culture-Mediated and Tissue Culture-Free Approaches.” Dalam sesi ini peserta diperkenalkan pada berbagai metode penyuntingan genom modern, termasuk pendekatan berbasis kultur jaringan maupun teknik yang dapat dilakukan tanpa tahapan kultur jaringan. Materi tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi genome editing dapat mempercepat pengembangan varietas tanaman unggul yang lebih produktif, tahan penyakit, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Kedua sesi diikuti oleh mahasiswa Program Studi Bioteknologi UNDIP yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang aktif mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap penerapan bioteknologi modern dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Pada sesi diskusi dibahas bagaimana cara mengatasi kendala dalam pengembangan tanaman unggul melalui pendekatan teknik kultur jaringan tanaman, rekayasa dan penyuntingan genetik. Pengalaman dan kepakaran dari Dr. Hendry dalam penelitian di bidang bioteknologi tanaman memberikan banyak inspirasi dan pengetahuan baru bagi mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Bioteknologi UNDIP berharap dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan riset tanaman modern di tingkat global sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional dengan Australian National University. Selain memberikan pengalaman belajar langsung bersama pakar internasional, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan kapasitas akademik di bidang bioteknologi tanaman.
Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan pendanaan non-APBN melalui Program World Class University (WCU) Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro Tahun 2026.

